Senin, 31 Mei 2010

Kepuasan Konsumen adalah Segalanya

Kepuasan Konsumen

Pengertian Kepuasan Konsumen

Kepuasan Konsumen

sebagai evaluasi secara sadar atau penilaian kognitif menyangkut apakah kinerja produk relatif bagus atau jelek atau apakah produk bersangkutan cocok atau tidak cocok dengan tujuan/ pemakaiannya.

Kepuasan Konsumen

adalah hasil yang dirasakan oleh pembeli yang mengalami kinerja sebuah perusahaan yang sesuai dengan harapannya.

Pelanggan merasa puas kalau harapan mereka terpenuhi, dan merasa amat gembira kalau harapan mereka terlampaui. Pelanggan yang puas cenderung tetap loyal lebih lama, membeli lebih banyak, kurang peka terhadap perubahan harga dan pembicaraannya menguntungkan perusahaan.

Dalam kaitannya dengan kepuasan Konsumen/pelanggan, kualitas memiliki beberapa dimensi pokok, tergantung pada konteksnya. Dalam kasus pemasaran barang, ada delapan dimensi utama yang biasanya digunakan, yaitu:
1. Kinerja (performance):
Karakteristik operaasi dasar dari suatu produk, misalnya kecepatan pengiriman barang, serta jaminan keselamatan barang.
2. Fitur (features):
Karakteristik pelengkap khusus yang dapat mnambah pengalaman pemakaian produk, contohya minuman gatis pada saat penerbangan.
3. Reliabilitas,
yaitu probabilitas terjadinya kegagalan atau kerusakan produk dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan, semakin andal produk bersangkutan.
4. Konformasi (conformance),
yaitu tingkat kesesuaian produk dengan standar yang telah ditetapkan, misalnya ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan kereta api.
5. Daya Tahan (Durability),
yaitu jumlah pemakaian produk sebelum produk bersangkutan harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian normal yang dimungkinkan, semakin besar pula daya tahan produk
6. Serviceablility,
yaitu kecepatan dan kemudahan untuk direparasi, serta kompetensi dan keramahtamahan staf layanan.
7. Estetika (aesthetics),
menyangkut penampilan produk yang bisa dinilai dengan panca indrea (rasa, bau, suara dst).
8. Persepsi terhadap kualitas (perceived quality),
yaitu kulitas yang dinilai berdasarkan reputasi penjual.misal BMW, SONY dll.

Konsep Elastisitas
Elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variable dengan perubahan variable lainnya. Definisi lain, elastisitas mengukur seberapa besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.

Konsep elastisitas ini digunakan untuk meramalkan apa yang akan barang/jasa dinaikkan. Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan harga terhadap permintaan sangatlah penting. Bagi produsen, pengetahuan ini digunakan sebagai pedoman seberapa besar ia harus mengubah harga produknya. Hal ini sangat berkaitan dengan seberapa besar penerimaan penjualan yang akan ia peroleh.

4 konsep elastisitas yang umumnya dipakai dipakai dalam teori ekonomi mikro :
1. Elastisitas harga permintaan (Ed)
Hal-Hal Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan :
1. Tingkat kemudahan barang yang bersangkutan untuk di gantikan oleh barang yang lain.
2. Besarnya proporsi pendapatan yang digunakan.
3. Jangka waktu analisa.
4. Jenis barang.

2. Elastisitas harga penawaran (Ws)

Elastisitas penawaran mengukur besarnya prosentase perubahan jumlah barang yang di tawarkan akibat adanya perubahan harga barang yang bersangkutan.jika elastisitas permintaan kuantitasnya adalah kuantitas yang diminta dan elastisitas penawaran kuantitasnya adalah kuantitas yang di tawarkan.

3. Elastisitas silang (Ec)

Untuk mengukur besarnya kepekaan permintaan suatu barang jika harga barang lain yang berubah, yaitu harga barang yang ada kaitanya dengan barang tersebut yang berupa barang komplementer dan dapat berupa barang subtitusi.
4. elastisitas pendapatan (Ey)

Contoh Elastis:

a. Laptop
b. Perhiasan
c. Kendaraan
Contoh In elastis:
a. Bahan bakar
b. Makanan
c. Keb. Rumah tangga



Pendekatan Kardinal dan Ordinal
Dalam melakukan kegiatan konsumsinya, perilaku konsumen dituntun oleh tujuannya untuk memperoleh kepuasan. Terdapat beberapa pendekatan permintaan individu yaitu :
1.Pendekatan Kardinal

a.Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur.
b.Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan
c.Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan.
d.Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah.

Pendekatan Kardinal
biasa disebut sebagai Daya Guna Marginal.

Asumsi Seorang Konsumen

1.Konsumen harus rasional yaitu menginginkan kepuasan maksimal.
2.Konsumen punya preferensi jelas akan barang dan jasa
3.Terdapat kendala anggaran

2.Pendekatan Ordinal

Mendasarkan pada asumsi bahwa kepuasan tidak bisa dikuantitatifkan dan antara satu konsumen dengan konsumen yang lain akan mempunyai tingkat kepuasan yang berbeda dalam mengkonsumsi barang dalam jumlah dan jenis yang sama. Oleh karena itu kemudian muncul pendekatan ordinary yang menunjukkan tingkat kepuasan mengkonsumsi barang dalam model kurva indifferent. Pendekatan ordinal berdasarkan pembandingan sesuatu barang dengan barang yang lain, lalu memberikan urutan dari hasil pembandingan tersebut. Contoh penggunaan metode ordinal antara lain dalam suatu lomba atau kejuaraan, pengukuran indeks prestasi dan pengukuran yang sifatnya kualitatatif misalnya bagus, sangat bagus, paling bagus.

Dalam teori perilaku konsumen dengan pendekatan ordinal asumsi dasar seorang konsumen adalah :
1.Konsumen rasional, mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya
2.Kepuasan konsumen dapat diurutkan, ordering
3.Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan lebih sedikit, artinya semakin banyak barang yang dikonsumsi menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.
Pendekatan ordinal membutuhkan tolok ukur pembanding yang disebut dengan indeferent kurve. Kurva Indeferent adalah Kurva yang menghubungkan titik – titik kombinasi 2 macam barang yang ingin dikonsumsi oleh seorang individu pada tingkat kepuasan yang sama.


Produsen adalah orang atau badan usaha yang menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan. Setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi produksi. Fungsi Produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu tanpa memperhatikan harga-harga baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk.

Produksi Optimal
Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Pada umumnya dalam teori ekonomi produksi, menggunakan konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi. Ada syarat lagi yang harus diketahui, rasio harga harga input-output.

Rabu, 31 Maret 2010

ILMU EKONOMI

Definisi :
ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti dari masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut menyebabkan timbulnya sebuah kelangkaan.

Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnyaekonomi seperti yang telah disebutkan di atas adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.

Pada Jaman Sekarang Terdapat 3 Masalah pokok ekonomi :

Produksi
Konsumsi
dan
Distribusi.

· Produksi, menyangkut masalah usaha atau kegiatan mencipta atau menambah kegunaan suatu benda.

· Konsumsi, menyangkut kegiatan menghabiskan atau mengurangi kegunaan suatu benda.

· Distribusi, menyangkut kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen.

Sistem Perekonomian

Ialah Sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.

Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.


Perekonomian terencana


Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh.

Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.
[sunting] Perekonomian pasar

Perekonomian pasar


bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.
[sunting] Perekonomian pasar campuran

Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies

adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.


Permintaan & Penawaran

Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu.

Penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.

Hukum Permintaan & Penawaran

Hukum Permintaan

Dalam hukum permintaan dijelaskan sifat hubungan antara permintaan suatu barang dengan tingkat harganya. Hukum permintaan menyatakan bahwa makin rendah harga suatu barang maka semangkin banyak permintaan tersebut. Sebaliknya, makin tinggi harga suatu barang maka makin sedikit permintaan terhadap barang tersebut. Hukum itu berlaku bila keadaan lain cateris paribus atau tidak berubah.
Hukum permintaan berlakunya tidak mutlak melainkan hanya merupakan tendens saja yaitu suatu kecendrunganyang hendak berjalan terus namun belum dapat dipastikan kebenarannya.

Hukum Penawaran

Hukum penawaran adalah suatu pernyataan yang menjelaskan tentang sifat hubungan antara harga dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan oleh penjual. Dalam hukum ini dinyatakan bagaimana keinginan para penjual untuk menawarkan barangnya tersebut jika barangnya itu mempunyai harga yang rendah dan jika dia juga mempunyai harga barang yang tinggi

Aspek-Aspek Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan :

- Sifat Keamuan Konsumen
- Ketersediaan barang dan Harga Barang Pengganti
- Pendapatan atau penghasilan konsumen
- Perkiraan harga di masa depan

Aspek-Aspek Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran :

- Biaya produksi
- Tujuan Perusahaan
- Pajak

HARGA KESEIMBANGAN

Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.

dikutip dari : WIKIPEDIA.COM

Selasa, 29 Desember 2009

Keburukan Sistem Pendidikan

A. Latar Belakang

Dalam kehidupan, peranan pendidikan bagi umat manusia sangatlah penting. Karena dengan adanya pendidikan maka dapat menambah wawasan seseorang sehingga kehidupan manusia menjadi lebih baik. Tanpa adanya pendidikan manusia tidak akan maju dan berkembang seperti sekarang ini.
Hingga saat ini pendidikan telah berkembang dengan pesat. Melalui program Pemerintah wajib belajar 9 tahun dan berbagai program belajar lainnya. Kita tidak perlu harus pergi ke sebuah instansi pendidikan untuk mendapatkan pengetahuan. melainkan kita juga bisa belajar melalui media elektronik (televisi, radio, internet) dan juga media cetak (koran, majalah, dsb).
Untuk mendapatkan hasil yang terbaik maka bukan hanya dipengaruhi oleh tenaga pengajar saja, melainkan juga struktur organisasi pendidikan tersebut. Apabila tenaga pengajarnya berkualitas namun struktur organisasi yang digunakan kurang baik, maka hasil yang didapat pun tidak akan maksimal.
Oleh karena itu struktur organisasinya pun haruslah tepat. Misalnya apabila lembaga pendidikannya cukup besar seperti universitas maka lebih baik menggunakan struktur organisasi Garis dan Staff. Karena dengan struktur organisasi ini mudah dalam melakukan koordinasi.
Namun demikian struktur organisasi ini juga mempunyai keburukan. Diantaranya yaitu sulit dalam pengambilan keputusan karena harus mempertimbangkanya dengan staff-staff yang lain sehingga akan memakan waktu yang lama dalam pengambilan sebuah keputusan. Dan karena besarnya lembaga pendidikan tersebut mengakibatkan solidaritas antar anggotanya kurang.






II. Isi

Lembaga pendidikan bertujuan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyaraat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, memperkya khanazah ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.
Demikian kompleksnya organisasi tersebut, maka dalam memberikan layanan pendidikan kepada siswa khususnya dan masyarakat pada umumnya organisasi perlu dikelola dengan baik. Oleh sebab itu dibuatlah struktur organisasi yang berfungsi agar organisasi dapat berjalan semestinya. Pembagian wewenang dan kewajiban digambarkan dalam struktur organisasi ini. Salah satu bentuk struktur organisasi yang digunakan yaitu stuktur organisasi garis/staff dan fungsional. Dalam struktur organisasi ini dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian di bawahnya yang mempunyai keahlian tertentu serta sebagian dilimpahkan kepada pejabat fungsional yang koordinasinya tetap diserahkan kepada kepala bagian. Organisasi ini memiliki kekurangan antara lain yaitu :

* Kurang fleksibel dan tour of duty. Pejabat fungsional dapat merangkap 2 jabatan misalkan : Wakil bidang kurikulum merangkap jabatan sebagai guru agama sehingga kurang fleksibel. Dan sulit untuk mengadakan tour of duty (pengalih tugas) karena adanya spesialisasi tugas .

* Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang. Contoh : Pada suatu universitas yang terdiri dari beberapa fakultas, membuat setiap fakultas cenderung hanya memberikan perhatian terhadap tugas unit usahanya dan kemudian melupakan tujuan universitas sebagai keseluruhan. Maka dari itu harus ada usaha membalikkan gerak yang cenderung memisahkan diri dengan usaha koordinasi,yaitu dengan mengarahkan kegiatan unsur-unsur organisasi demi tercapainya tujuan bersama.

* Spesialisasi memberikan kejenuhan. Dengan adanya spesialisasi membuat anggota menjadi bosan,karena tidak adanya kerjasama antar anggota lain. Hal ini dapat mengakibatkan

* Para tenaga kerja/karyawan sering bingung karena mendapat perintah dari beberapa atasan karena dikoordinasikan lebih dari 1 orang.

Beberapa bentuk organisasi dan keburukan dari bentuk-bentuk tersebut :
1. organisasi garis :
Keburukan Organisasi Garis:
• Tugas Pokok orang-orang sering dinomor duakan.Kurangnya seorang pimpinan yang cakap dan berpengetahuan luas.
• Adanya kecenderungan seorang pimpinan untuk bertindak otoriter/diktator.
• Persaingan tidak sehat antara pejabat satu dengan yang lain.
• Dalam pengembangan suatu bawahan kurang mendapat perhatian, karena mereka tidak pernah di ikutsertakan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.
2. organisasi lini dan staff :
Keburukan Organisasi Lini dan Staf, yaitu :
• Tugas pokok para tenaga pengajar sering di nomor duakan.
• Struktur organisasinya sangat rumit.
• Adanya kemungkinan pimpinan staf melampaui batas kewenangannya, dan Perintah lini dan perintah staf sering membingungkan anggota organisasi karena kedua jenis hirarki sering tidak seirama dalam memandang sesuatu .
3. organisasi fungsional :
Keburukan Organisasi Fungsional, yaitu :
• Para tenaga kerja/karyawan sering bingung karena mendapat perintah dari beberapa atasan.
• Tidak adanya satu kesatuan perintah.
• Sulit adanya kerja sama karena para tenaga pengajar/karyawan sudah merasa ahli dalam bidangnya dan juga terlalu mementingkan bidangnya.
III. Penutup dan Kesimpulan

Suatu organisasi baik itu organisasi formal maupun informal dalam melakukan segala aktivitasnya pastilah terdapat hubungan diantara orang-orang yang melaksanakan aktivitas tersebut. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan, maka akan semakin kompleks juga hubungan yang terjalin. Untuk mengatasi masalah itu,maka dibuatlah stuktur organisasi yang menggambarkan hubungan antar kelompok/bagian.

Pada institusi pendidikan. Institusi pendidikan berarti sebuah lembaga atau organisasi yang berfokus pada pengembangan pendidikan.Agent-agent yang berperan diantaranya adalah tenaga pengajar (guru, dosen), tenaga pendukung (pegawai administrasi, petugas kebersihan, dan lainnya), dan anak didik (siswa, mahasiswa). Umumnya lembaga/institusi pendidikan ini menggunakan struktur organisasi garis dan fungsional. Organisasi fungsional dan garis adalah bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian di bawahnya yang mempunyai keahlian tertentu serta sebagian dilimpahkan kepada pejabat fungsional yang koordinasinya tetap diserahkan kepada kepala bagian.Dapat digambarkan sebagai berikut :


Jadi,masing-masing kepala bagian memiliki spesialisasi kerja dan memiliki wewenang untuk betindak/melakukan sesuatu sesuai dengan bidangnya namun wewenang tertinggi tetap dipengang oleh pucuk pimpinan. Namun bentuk organisasi fungsional dan garis ini memiliki kekurangan yaitu :

- dengan adanya spesialisasi/pembagian kerja, hal ini dapat memberikan kejenuhan kepada anggotanya. Misalkan seorang guru bertahun-tahun mengajar pelajaran yang sama, maka hal ini akan menimbulkan kejenuhan.

- Anggota tidak dapat melakukan koordinasi dengan anggota lain. Karena spesialisasinya saling berbeda.

- Selain itu juga pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dalam suatu bagian dikoordinasikan oleh lebih dari 1 orang.

Pendidikan Sekolah Dasar yang Kurang Baik di Pelosok Desa

I . LATAR BELAKANG

Menjadi tenaga pengajar di Sekolah Dasar (SD) bukanlah pekerjaan mudah. Di beberapa daerah perkotaan memang sedikit lebih mudah karena sudah banyak sarana pendidikan anak usia dini, seperti kelompok bermain (playgroup) taman kanak-kanak. Kebanyakan penyelenggara pendidikan anak usia dini telah mengajarkan cara membaca, menulis dan berhitung. Berbeda dengan anak didik di SD yang jauh di pedesaan dan pulau-pulau terpencil. SD adalah harapan satu-satunya pembelajaran awal dan mendasar bagi anak-anak negeri yang tinggal di pelosok desa terpencil.

II. ISI

Di Pulau yang tidak jauh dari Batam, salah seorang murid kelas II SMP belum hapal perkalian empat. Apa yang salah? Siapa yang bertanggung jawab? Ketika si anak didik masuk kelas III, para guru sibuk membuka kelas sore (bimbingan belajar istilahnya) dan menggodok habis-habisan atau bahkan mencari jalan paling jitu untuk meluluskan si anak dari UAN dengan bayaran yang tidak murah pastinya.
Sistem pendidikan yang benar harus diawali dari dasar, bukan dari atas atau tingkat Universitas, SMU/ SMK atau SMP. Namun harus dimulai dari SD. Tenaga pendidik harus lebih diperhatikan kualitas, baik paktor kemampuan mendidik, juga kemampuan psikisnya. Sudah saatnya merekrut tenaga pendidik di level ini melalui tes psikologi. Apalagi para pendidik yang bertugas di pelosok-pelosok desa atau hinterland. Kemudian kesejahteraan para abdi negara ini harus lebih baik dari pekerja yang sama jenjang berikutnya. Namun standar kualitas hasil didikan itu sendiri harus dibuat, agar dapat dilakukan evaluasi sebelum murid-murid dinyatakan tidak lulus.
Mendidik anak SD berbeda dengan jenjang pendidikan berikutnya. Di kebanyakan SD, pendidik mengajarkan apa yang belum pernah diketahui oleh anak didik, seperti belajar membaca, berhitung dan menulis misalnya. Sementara di SMP, SMA dan perguruan tinggi adalah pengulangan, pemantapan/pemahiran dan pengaplikasian apa yang pernah diajarkan di SD. Metode belajar mengajar harus dibuat sedinamis mungkin sesuai dengan kondisi daerah setempat. Kemungkinan berbeda sistem pendidikan di wilayah perkotaan, pedesaan dan pulau/pesisir pantai. Namun memiliki satu standar nasional yang baku. Bukan hanya berdasarkan nilai di raport, tapi juga kualitas anak didik itu sendiri.
Dewan pendidikan, dan komite sekolah harus menjadi pemikir dan motor penggerak dalam memberi solusi masalah-masalah lapangan yang dihadapi.
Penelusuran minat, bakat dan kemampuan anak didik seharusnya sudah dimulai dari SD.
lomba cerdas tangkas/cermat semakin ditingkatkan frekuensinya, sehingga nilai raport itu bukan hanya isapan jempol belaka.
Sarana pendidikan, seperti buku pelajaran, buku tulis, alat-alat tulis yang standar, alat peraga pembelajaran dan bangunan sekolah yang layak, sudah selayaknya disediakan oleh pemerintah. Bukan saatnya lagi ada sekolah dikte dan salin. Bahasa Inggris sudah harus diperkenalkan, memang kita harus bangga dengan bahasa sendiri, namun pengetahuan dan teknologi masih banyak yang menggunakan bahasa Inggris. Bahasa daerah, dapat dipelajari sebagai bahagian dari ekstra kurikuler. Karena bahasa daerah juga merupakan tanggung jawab orang tua untuk memperkenalkan kepada anak-anaknya.
Pelatihan tenaga pendidik, bukan sekedar pertemuan rutin dan arisan, namun harus ada evaluasi yang komperhensif, dan dijadikan acuan untuk kenaikan pangkat atau gaji, sehingga tidak ada kenaikan pangkat otomatis untuk guru. Penerimaan guru honorer, harus melalui seleksi yang ketat. Pemerintah harus menetapkan standard gaji minimal pendidik honorer dan tidak ada lagi guru yang oleh komite sekolah di tingkat sekolah dasar. Adalah suatu kewajiban mutlak bagi pemerintah untuk menyediakan tenaga pendidik di tingkat ini sesuai kebutuhan kurikulum.
Pertukaran guru dari perkotaan ke pedesaan lebih ditingkatkan. Bukan hanya sebagai kunjungan kerja, namun pelaksanaan proses belajar mengajar yang sesungguhnya dengan masa kerja tidak kurang dari satu bulan belajar efektif. Gaji guru harus lebih besar dari semua gaji PNS lainnya untuk jabatan/golongan yang sama, namun gaji guru dapat ditinjau ulang secara berkala lebih cepat dari PNS lainnya jika si guru dapat menunjukkan kualitasnya,

Penghargaan (reward) adalah bagian dari pendidikaan. Sepertinya pemerintah saat ini kurang memperhatikan pemberian penghargaan di level pendidikan ini. Penghargaan bukan hanya berbentuk uang tunai atau lembar piagam saja, namun kesempatan bagi anak didik terbaik dan pendidik terbaik dalam jenjang ini untuk memperoleh kesempatan dalam pendidikan jenjang berikutnya. Misalnya beasiswa belajar, atau pertukaran siswa/ guru nasional dan lain sebagainya.
Dunia Teknologi Informasi (IT) juga sudah saatnya diperkenalkan pada jenjang ini. Setiap SD harus sudah memiliki perpustakaan dan warnet. Teknologi komunikasi saat ini sangat pesat perkembangannya, dan sudah waktunya pemerintah mewajibkan pengusaha jaringan telekomukasi memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah dasar di negeri ini melalui jaringan internet.
Setiap dinas pendidikan sudah saatnya memiliki pusat (server) IT untuk wilayah masing-masing. Perangkat lunak (software) yang berhubungan langsung dengan dunia pendidikan harus diberikan oleh pemerintah secara cuma-cuma dengan lisensi khusus.

III. KESIMPULAN

Jika pemerintah mau, setiap investor yang masuk ke wilayah/daerah negeri ini mau memberi bantuan kepada SD yang ada, jika pemerintah daerah atau yang berwenang dapat memberi imbal balik yang positip untuk kemudahan investasi yang mereka tanamkan. Dan setiap aspek pemerintah dalam dunia pendidikan mau memberikan perhatian lebih kepada SekolahDasar pelosok, maka kehidupan pendidikan di daerah akan lebih maju juga. Karena, anak-anak yang mereka didik sekarang akan menjadi penentu maju mundurnya negara di masa yang akan datang.

Minggu, 29 November 2009

Konflik Di Ambon

KONFLIK AMBON

Konflik di ambon terjadi akibat adanya gesekan-gesekan sosial yang terjadi antara 2 agama yang berbeda yaitu Kristen dan islam. Keduanya pun mempunyai daya pandang yang berbeda beda bagaimana hal ini dapat terjadi. Ada juga dikarenakan masalah pribadi yang dibesar-besarkan menjadi suatu masalah yang berdampak pada konflik antar agama,suku dan ras. Konflik yg terjadi ini mengorbankan banyak nyawa,harta bahkan tempat tinggal para korban sampai merekapu harus mengungsi ke tempat yg lebih aman.
Ada banyak kerusakan yang terjadi setalah konflik yang menyebabkan banyak kerugian.

· Banyak Gereja yang dibakar
· Banyak Mesjid yang dibakar
· Tempat-tempat umum seperti pasar,ruko, took-toko di kota ambon dirusak dan dihancurkan
· Pemukiman warga yang dibumihanguskan.

Hal-hal ini yg membuat warga ambon menjadi trauma akan konflik yg berlangsung cukup lama dan menelan banyak korban jiwa. Padahal sebelum rezim orde baru lengser, kehidupan di ambon sangat harmonis dan tentram. Banyak keluarga-keluarga yang hidup rukun walaupun mereka berbeda keyakinan dalam satu tempat tinggal.

Solusi dalam menyelesaikan konflik ini ada 3 cara:

· Mengusahakan peran pendampingan (konseling) dengan melibatkan berbagai kalangan yang berpotensi, dengan maksud merangsang kesadaran dan semangat hidup dari mereka yang menjadi korban

· Meminta secara serius perhatian para pemuka agama untuk segera melakukan pelayanan-pelayanan yang bersifat pastoral agar kehidupan umat khususnya para korban bisa memperoleh penghiburan. Dengan demikian, diharapkan pemulihan kondisi psikologis ini dapat membantu meredanya keinginan-keinginan balas dendam.

· Kembali kepada “BHINEKA TUNGGAL IKA”

Jika ketiga hal ini sudah terlaksana, maka keamanan di kota ambon akan berangsur pulih

Konflik Madura dengan Dayak

Konflik Madura dengan Dayak

Konflik antaretnik dapat dikatakan sebagai suatu bentuk pertentangan yang dihasilkan oleh individu atau kelompok yang berbeda etnik, karena diantara mereka memiliki perbedaan dalam sikap, kepercayaan, nilai, atau kebutuhan. Inilah merupakan salah satu sebab terjadinya konflik antar suku yg berbeda, dalam hal ini antara suku Madura dengan Dayak.
Banyak hal yg mempengaruhi terjadinya konflik antar 2 suku ini dilihat dari sudut pandang masing-masing.
Ada beberapa faktor yg menyebabkan terjadinya konflik antar 2 suku ini.

1. Banyak orang madura yang bermigrasi ke daerah kalbar untuk mencari lapangan kerja
2. Para migrasi membawa kebiasaan mereka di tanah madura ke tanah kalimantan
3. Banyak orang madura yang mulai merebut lahan orang dayak seperti lapangan pekerjaan
4. Sifat kedua etnis yang sama-sama keras.

Faktor inilah yang memicu konflik antar 2 suku ini yang memnyebabkan kerusuhan, pembantaian dari kedua belah pihak yang mengakibatkan banyak korban berjatuhan hingga anak kecil menjadi korban. Sebenarnya hal ini dapat kita cegah melalui rasa persatuan yang kental.berikut merupakan solusi penyelesaian masalah konflik 2 suku ini.

1. Menumbuhkan tenggang rasa antara kedua belah pihak agar bisa meminimalisir konflik
2. Tidak cepat terpancing dalam suasana yang keruh
3. Menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika
4. Mengingat rasa persaudaraan yg tinggi.

Jika solusi ini sudah dijalani maka sangat dimungkinkan akan terjadi rasa aman, damai di kalimantan barat dan konflik antar 2 etnis ini akan hilang sedikit demi sedikit

Konflik Ethnis China

Konflik Etnis China


Indonesia adalah sebuah masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku, ras dan agama (majemuk). Kemajemukan ini diperlihatkan oleh adanya berbagai golongan etnis yang ada didalamnya di bawah suatu negara kebangsaan. Salah satunya ialah etnis Tionghoa/China. Ada beberapa faktor-faktor yang membuat konflik terhadap etnis china timbul di Indonesia : :
(1) Tidak terjadinya perubahan pola kultur etnis keturunan Cina ke dalam penduduk pribumi, sehingga masih kuatnya in group feeling penduduk etnis keturunan Cina terhadap kulturnya;
(2) Anggapan kultur etnis keturunan Cina lebih tinggi dari komuniti pribumi:
(3) Prasangka stereotipe negatif terhadap penduduk pribumi yang pemalas, bodoh, tidak bisa menggunakan kesempatan baik dsb
Sebaliknya, Masyarakat Pribumi juga mempunyai pandangan lain terhadap Etnis China
Antara lain:
(1) Diskriminasi pribumi terhadap etnis keturunan Cina dalam kesempatan menduduki jajaran aparat desa/pemerintahan;
(2) Nilai-nilai dan kekuatan konflik yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan agama dan kesenjangan ekonomi di antara kedua etnis.
Inilah Merupakan beberapa faktor yg membuat Konflik antara Etnis China dengan Kaum Pribumi. Hasil dari konflik ini juga menghasilkan kekacuan yang mengarah kepada tindak kekerasan kepada etnis china.

Dengan adanya konflik ini, diharapkan adanya perubahan ataupun penyelesaian antara kedua kubu yang berseteru. Diantaranya:

· Diperlukan bentuk hubungan antar kelompok yang harmonis
· Saling Menghormati satu sama lain
· Mengutamakan Pancasila
· Mengesampingkan Suku Agama dan Ras

Jika hal-hal tersebut dicapai, maka bangsa ini akan bersatu dan tidak mudah tercerai berai dan terprovokasi.


SUMBER :

http://www.google.co.id/#hl=id&safe=active&q=penyelesaian+konflik+terhadap+etnis+china&meta=&fp=d81ebe9d46f22a66